LAPORAN
PRAKTEK KERJA
INDUSTRI (PRAKERIN) DI BENGKEL “LANGGENG ”
PURWOKERTO
Dengan judul :
MEMPERBAIKI REM
TROMOL DAN SISTEM PENERANGAN
Di Susun Oleh :
Nama : Barkah Riyadi
NIS : 4059
Bidang
Keahlian
: Teknik Mesin
Program
Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
YAYASAN PENDIDIKAN BINA TARUNA (YPBT) PURWOKERTO
SMK BINA TARUNA PURWOKERTO
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
Jl.
HM. Bachroen No 15B Telp 0281 (637506)
PURWOKERTO
53113
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKERIN
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis selama melaksanakan
Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan kurikulum yang dilaksanakan diluar sekolah,
yang merupakan tugas akademik yang diberikan kepada para siswa yang duduk
dikelas XI (Sebelas) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada semester IV
tahun pelajaran 2012/2013 dimana PRAKERIN ini sangat menentukan standar
kualitas siswa yang bersangkutan pada jenjang pendidikan, yang bertujuan agar
siswa dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan diharapkan
siswa dapat menyerap ilmu dari bengkel.
B. TUJUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Setiap Pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai
tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya
manusia, maka didalam PRAKERIN mempunyai tujuan meliputi :
1.
Tujuan Umum :
a. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan
ketrampilan siswa sehingga menambah bekal dikemudian hari
b. Membekali siswa dengan pengalaman yang sebenarnya didunia
kerja dengan masyarakat
c. Dapat melatih disiplin dan tanggung jawab dalam
melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya
d. Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta
e. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk memantapkan
dalam pengembangan dunia kerja
2.
Tujuan Umum :
a. Untuk memantapkan ketrampilan siswa yang
diperoleh disekolah
b. Agar siswa dapat mengembangkan teori pelajaran dari
berpraktek langsung
c. Untuk membekali siswa dengan pengalaman didunia
kerja sebagai bekal dimasa yang akan datang
d. Sebagai dasar kita mengambil data guna menyusun
karya tulis atau laporan Praktek Kerja Industri
e. Sebagai syarat mengikuti UTS dan UKK
C.
METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam menyusun laporan Praktek Kerja Industri, PENYUSUN
menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data, yaitu :
- Metode Observasi
Yaitu
mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diamati, yaitu dengan
melihat langsung dari prakerin yang meliputi gedung lokasi, disiplin karyawan,
cara kerja, cara perbaikan, komponen-komponen beserta kerusakan yang belum
diperbaiki.
- Interview (Wawancara)
Yaitu
dengan berwawancara secara langsung dengan orang-orang yang mengetahui
masalah atau persoalan yang diperlukan.
3. Metode Praktek Langsung
Yaitu
penulis mengadakan praktek agar mengetahui bagian-bagian, cara penyelesaian dan
lain-lain sehingga mudah dalam memperoleh data yang diperlukan.
BAB II
MEMPERBAIKI SISTIM REM CAKRAM DAN SISTIM PENERANGAN
A.
DASAR TEORI REM TROMOL
1. Landasan Teori Umum
· Pengertian Rem
Rem adalah komponen pengontrol umum untuk mengontrol
kendaraan dan lainnya, dengan gerakan antara bagian yang berputar yaitu
piringan dengan kanvas.
Laju kendaraan harus dapat dihentikan dengan paksa,
maksudnya tidak harus menunggu kendaraan berhenti dengan sendirinya. Hal ini
untuk keselamatan, kemudahan dan efisiensi waktu.
a.
Fungsi Rem :
Ø Mengontrol
laju kendaraan saat berjalan
Ø Menghentikan
kendaraan saat akan berhenti
Ø Menghentikan
kendaraan saat parkir
b.
Syarat Rem :
Ø Mempunyai
daya pengereman yang baik
Ø Rem
harus mudah diperiksa dan distel
Ø Mudah
dalam pengoperasian
c.
Macam-macam Rem :
Ø
Menurut Tempatnya
1)
Rem pada roda
2)
Rem pada propeller shaft
Ø
Menurut Letak
1)
Rem tangan
2)
Rem kaki
Ø
Menurut konstruksinya
1)
Rem Cakram
2)
Rem tromol
Ø
Menurut mekanisme penggeraknya
1)
Rem Tromol
2)
Rem hidrolik
3)
Rem udara
4)
Rem vacuum
5)
Rem booster
Ø
Gaya gerak rem tergantung pada
:
1)
Luas permukaan
2)
Besarnya tekanan
2. Landasan Teori Khusus
Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda
empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik
dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada
setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai
penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
a.
Komponen-komponen rem tromol :
1)
Kanvas dan sepatu rem
Kanvas
terpasang pada sepatu rem dengan cara dikeling yang berfungsi menekan putaran
tromol rem pada saat kendaraan dihentikan.
2)
Tromol rem
Fungsinya
sebagai penahan putaran pada saat proses penggerakan berlangsung.
3)
Silinder rod
Terdiri
dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong septum rem ke tromol dengan
adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
4)
Piston
Fungsinya
sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada master silinder
yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut dilanjutkan oleh piston
menekan masing-masing sepatu rem.
5)
Baut penyetel
Fungsinya
menyetal kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem dengan cara memutar ke kiri
atau ke kanan baut penyetel.
6)
Pegas pengembali
Berfungsi
untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula setelah melakukan
pengereman.
7)
Bleeder plug
Berfungsi
untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
8)
Backing plate
Berfungsi
sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder
roda.
b.
Cara kerja rem tromol :
1)
Pada saat pedal rem diinjak
Apabila
pedal rem diinjak maka tuas master silinder akan mendorong piston dan minyak
rem didalam master akan terdorong oleh piston ke dalam pipa saluran tinggi.
Minyak rem didalam pipa akan diteruskan ke silinder roda. Pada silinder roda,
piston akan mendorong kanvas sehingga akan terjadi pengereman.
2)
Pada saat pedal dilepas
Apabila
pedal dilepas maka pushrod akan bergerak mundur dan piston akan ikut bergerak
mundur mengikuti pushrod. Karena pushrod tidak mampu mengalahkan tenagan pegas
maka volume dalam ruang silinder membesar dan tekanan mengecil akibatnya pada sepatu
rem akan kembali seperti semula.
I.
Trouble Shooting Pada Rem Tromol
A.
Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Pengereman
tidak bekerja
Pada
saat pedal rem di injak trta[I kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi
pengereman.
Penyebab
:
1)
Kekurangan minyak rem
2)
Terdapat kebocoran pada
pipa/sambungan
3)
Silinder utama mengalami kebocoran
Cara mengatasi :
1)
Tambahkan minyak rem
2)
Cari bagian yang mengalami
kebocoran dan perbaiki
3)
Perbaiki kerusakan silinder utama
ü Rem
bunyi
Penyebab :
1)
Kanvas ren aus/rusak
2)
Bantalan roda longgar
3)
Kontak yang tidak tepat antara
kanvas dan tromol
Cara
mengatasi :
1)
Ganti kanvas rem
2)
Kelonggaran bantalan roda diperbaiki
3)
Penyetelan kontak antara tromol
dengan kanvas rem
B.
Data Spesifikasi
Diameter
dalam tromol
Srandart
: 220 mm
Limit
: 222 mm
Celah
sepatu/kanvas dengan tromol
Standart
: 7,5 mm
Limit
: 3 mm
Pedal
rem
Tinggi
pedal
: 154,7 – 164,7 mm
Gerak
bebas pedal
: 3-6 mm
Jarak
cadangan prdal : > 65 mm
C.
Alat dan Bahan
a. Mobil dengan rem tromol
b. Kunci roda
c. Dongkrak
d. Kunci pas 10-11
e.
Kunci pas 12-13
f. Tang
h. Obeng
j. Jangka sorong
k. Majun
l. Kompressor dan minyak rem
D.
Proses Kerja
Keselamatam kerja :
ü Menggunakan
pakaian kerja
ü Menggunakan
alat sesuai dengan fungsinya
ü Membongkar,
merakit dan memasang sesuai prosedur
ü Meletakkan
komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang telah disediakan
ü Apabila
ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü Mematuhi
peraturan bengkel
ü Menjaga
kebersihan bengkel
E.
Pembongkaran Rem Tromol
1)
Angkat kendaraan dengan dongkrak
2)
Kendorkan baut pengikat roda
3)
Lepaskan roda
4)
Lepaskan tutup tromol
5)
Lepaskan sepatu rem
6)
Lepas pegas pengembali
7)
Lepas kabel rem tangan
8)
Lepas tuas rem tangan
9)
Lepas silinder roda
10)
Lepas baut mounting silinder roda
11)
Lepaskan cirdip kabel rem tangan dan
rem tangan dari back plate
12)
Lepas mur retainder roda
13)
Gunakan STT untuk mengeluarkan
shaft dengan back plat
14)
Lepas back plate
F.
Pemeriksaan Rem Tromol
1)
Memeriksa tromol dari keausan, retak
dan berkarat serta ukur diameter dalam tromol
2)
Memeriksa ketebalan kanvas, bila
ketebalan kanvas dibawah standart/limit maka kanvas harus diganti. Bila yang
aus salah satu shoe maka penggantiannya harus 1 set
3)
Memeriksa silinder roda dari
keausan, kerusakan, retak dan berkarat
4)
Periksa strut rem dari kerusakan
5)
Periksa pegas-pegas dari karat aus
dan lain-lain
6)
Periksa tuas sepatu rem tangan dari
kerusakan
G.
Perbaikan Rem Tromol
1)
Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila
kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan
yang baru.
2)
Mengganti piston cup
Piston
cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti
maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder
sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3)
Membleeding minyak rem
Minyak
rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena
terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus
di bleeding.
H.
Pemasangan Rem Tromol
1)
Memasang back plate rem ke axle
belakang
a)
Lumasi sealent joint seam pad
axle housing dan back plat
b)
Pasang axle shaft ke axle housing
belakang
c)
Kencangkan mur back plat rem
d)
Pasang silinder roda dan kencangkan
baut silinder roda mur pipa rem
e)
Pasang kabel rem tangan ke back
plate
2)
Memasang silinder roda
a)
Berikan water fight sealent ke
silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
b)
Pasangkan silinder roda ke back
plate dan kencangkan bautnya
c)
Sambungkan pipa rem ke silinder roda
dan kencangkan murnya
d)
Pasang plug cup ketempatnya
3)
Memasang shoe
a)
Rakitlah part yang telah silepas
sebelumnya
b)
Pasangkan penahan spring dengan
menekan dan memutarkan pin penahan
4)
Memasang tromol rem
a)
Untuk mendapatkan celah maximum
antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan
ke bawah
b)
Pasang tromol sesudah memastikan
bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
c)
Selesai melakukan pemasangan tekan
pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol
dengan shoe
5)
Pasangkan roda dan kencangkan
mur-murnya
6)
Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak
tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan
I.
Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d
karenakan piston cup yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi
sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang
bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan
untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan
pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.
J.
Pengetesan
1. Pengetesan dalam keadaan diam
Yaitu
dengan jalan penekanan pedal agak terasa keras, pada reservoir minyak rem
terlihat bergerak bersamaan dengan pedal rem yang diinjak.
2. Pengetesan dalam keadaan berjalan
Yaitu
dengan pada saat kendaraan berjalan agak cepat lakukan pengereman secara
tiba-tiba, hal ini dilakukan maju maupun mundur. Hal ini bartujuan untuk
mengetahui kesetimbangan dari efek masing-masing roda.
B. DASAR TEORI SISTIM PENERANGAN
Sistem penerangan (lighting sistem) sangat diperlukan
untuk keselamatan pengendara dimalam hari. Sistem ini dibagi
menjadi dua sistem penerangan :
Penerangan
luar
1. Lampu besar
2. Lampu belakang
3. Lampu rem
4. Lampu jarak/kota
5. Lampu tanda belok
6. Lampu hazard
7. Lampu plat nomor
8. Lampu mundur
Penerangan dalam
1. Lampu meter
2. Lampu ruangan
Lampu Penerangan
luar
1. Lampu besar
Sistem lampu besar
merupakan lampu penerangan untuk menerangi jalan dibagian depan kendaraan. Pada
umumnya lampu besar ini dilengkapi dengan lampu jauh dan lampu dekat (high beam
dan low beam) dan dapat dihidupkan dari salah satu switch oleh dimmer switch.
Tipe lampu besar
Ada dua tipe lampu besar yang digunakan Pada kendaraan, yaitu :
1) Lampu besar tipe sealed beam.
Di dalam lampu besar tipe sealed beam, penggunaan bola lampunya tidak terpisah, keseluruhan terpasang menjadi satu seperti bola lampu dan filament terpasang di depan kaca pemantul untuk menerangi kaca lensa.
2) Lampu besar
tipe semisealed beam.
Perbedaan antara semisealed beam dan sealed beam ialah pada konstruksinya, dimana pada semi sealed beam bola lampunya dapat diganti dengan mudah sehingga tidak di perlukan penggantian secara keseluruhan bila bola lampunya putus atau terbakar. Lagi pula bila menggantinya dapat langsung diganti dengan cepat. Bola lampu besar semi sealed beam tersedia dalam tipe seperti berikut:
Perbedaan antara semisealed beam dan sealed beam ialah pada konstruksinya, dimana pada semi sealed beam bola lampunya dapat diganti dengan mudah sehingga tidak di perlukan penggantian secara keseluruhan bila bola lampunya putus atau terbakar. Lagi pula bila menggantinya dapat langsung diganti dengan cepat. Bola lampu besar semi sealed beam tersedia dalam tipe seperti berikut:
·
Bola lampu biasa
·
Bola lampu Quartz –
halogen
Lampu
besar tipe Sealeed Beam
Cara
memasang pada seat mengganti bole lampu Quartz Halogen :
Bola lampu quartz halogen lebih panas dibandingkan dengan bola lampu biasa saat digunakan, umur lampu ini akan lebih pendek bila oli atau gemuk menempel pada permukaannnya. Lagi pula garam dalam keringat manusia dapat menodai kacanya (quartz). Untuk mencegah ini peganglah bagian flange bila mengganti bola lampu untuk mencegah jari-jari menyentuh quartz.
Bola lampu quartz halogen lebih panas dibandingkan dengan bola lampu biasa saat digunakan, umur lampu ini akan lebih pendek bila oli atau gemuk menempel pada permukaannnya. Lagi pula garam dalam keringat manusia dapat menodai kacanya (quartz). Untuk mencegah ini peganglah bagian flange bila mengganti bola lampu untuk mencegah jari-jari menyentuh quartz.
Gambar
Cara memasang bola lampu
2.
Lampu jarak dan lampu belakang
Lampu kecil untuk dalam kota ini memberi isyarat adanya serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi kendaraan lainnya, baik yang ada di depan maupun di belakang. Lampu-lampu tersebut untuk yang bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearence light) dan yang dibagian belakang disebut dengan lampu belakang (tail light).
Lampu kecil untuk dalam kota ini memberi isyarat adanya serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi kendaraan lainnya, baik yang ada di depan maupun di belakang. Lampu-lampu tersebut untuk yang bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearence light) dan yang dibagian belakang disebut dengan lampu belakang (tail light).
Gambar
Letak lampu jarak dan lampu belakang beserta saklarnya
3.
Lampu Rem
Lampu rem (brake light) dilengkapi pada bagian belakang kendaraan sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaman d! bedakang yang mengikuti seat kendaraan mengerem.
Lampu rem (brake light) dilengkapi pada bagian belakang kendaraan sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaman d! bedakang yang mengikuti seat kendaraan mengerem.
Gambar
lampu rem
4.
Lampu tanda belok (turn sighal light)
Lampu
tanda belok yang dipasang di bagian ujung kendaman seperti pada fender depan,
untuk memberi isyarat pada kendaraan yang ada di depan, belakang dan sisi
kendaraan bahwa pengendara bermaksud untuk membelok atau pindah jalur. Lampu
tanda belok mengedip secara tetap antara 60 sampai 120 kaii setiap menitnya. Lampu bisa berkedip karena dilengkapi dengan
flasher, Flasher tanda belok adalah suatu alat yang menyebabkan lampu belok
mengedip secara interval. Turn signal flasher bekela pada prinsip yang
bervariasi. Pada umumnya menggunakan tipe semi - transistor yang kompak, ringan
dan dapat diandalkan. Dalam flasher tanda belok tipe semi-transistor, bila bola
lampunya putus, maka mengedipnya mulai cepat dari yang normal, dan ini
merupakan tanda kepada pengemudi untuk menggantinya.
Gambar
lampu tanda belok
5.
Lampu hazard (hazard warning light)
Lampu hazard digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaman dari bagian depan, belakang dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam keadaan darurat. Yang digunakan adalah lampu tanda belok, tapi seluruh lampu mengedip serempak.
Lampu hazard digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaman dari bagian depan, belakang dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam keadaan darurat. Yang digunakan adalah lampu tanda belok, tapi seluruh lampu mengedip serempak.
Gambar Lampu Hazard
6. Lampu plat
nomor
Lampu ini menerangi plat nomor bagian belakang. Lampu plat nomor menyala bila lampu belakang menyala.
Lampu ini menerangi plat nomor bagian belakang. Lampu plat nomor menyala bila lampu belakang menyala.
Gambar Lampu Plat
Nomor
7. Lampu mundur
Lampu mundur (back up light) dipasang pada bagian belakang kendaraan untuk memberikan penerangan tambahan untuk melihat kebelakang kendaman saat mundur di malam hari, dan memberikan isyarat untuk kendaman yang mengikutinya bahwa pengendara bermaksud untuk mundur/sedang mundur. Lampu mundur akan menyala bila Luas transmisi diposisikan mundur dengan kunci kontak ON.
Lampu mundur (back up light) dipasang pada bagian belakang kendaraan untuk memberikan penerangan tambahan untuk melihat kebelakang kendaman saat mundur di malam hari, dan memberikan isyarat untuk kendaman yang mengikutinya bahwa pengendara bermaksud untuk mundur/sedang mundur. Lampu mundur akan menyala bila Luas transmisi diposisikan mundur dengan kunci kontak ON.
Gambar Lampu Mundur
8. Lampu kabut
8. Lampu kabut
Lampu kabut digunakan
pada saat cuaca berkabut, jalanan berdebu atau hujan lebat.
Penggunaan lampu harus mengikuti aturan yang berlaku yakni :
Pemasangan kedua lampu harus berjarak sama baik yang kanan dari titik tengah kendaran. Lampu kabut dihubungkan bersama-sama lampu jarak dekat (pada saklar dim). Lampu kabut.tidak dihidupkan bersama-sama dengan lampu jarak dan hanya dihidupkan bersama lampu kota. Lampu kabut boleh menggunakan lensa wama putih atau warna kuning.
Penggunaan lampu harus mengikuti aturan yang berlaku yakni :
Pemasangan kedua lampu harus berjarak sama baik yang kanan dari titik tengah kendaran. Lampu kabut dihubungkan bersama-sama lampu jarak dekat (pada saklar dim). Lampu kabut.tidak dihidupkan bersama-sama dengan lampu jarak dan hanya dihidupkan bersama lampu kota. Lampu kabut boleh menggunakan lensa wama putih atau warna kuning.
Gambar Rangkaian lampu
kabut
Bila lampu kabut akan
diaktifkan maka saklar larnpu kepala harus pada posisi lampu jarak dekat. Saat
saklar lampu basket diaktifkan, anus listrik dari saklar lampu kepala akan
mengalir ke relay melalui saklar lampu kabut. Dengan aktifnya relay maka arus
listrik dari baterai akan mengalir ke lampu kabut melalui sekering dan
relay.
Lampu Penerangan Dalam
1. Lampu ruangan
Lampu ruangan (dome light) menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior) letaknya dibagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) posisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.
Lampu ruangan (dome light) menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior) letaknya dibagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) posisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.
Gambar Lampu ruangan
2. Lampu
Instrumen Panel (lampu meter).
Lampu instrumen panel digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila lampu belakang (tail light) menyala.
Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu pada instrumen panel.
Lampu instrumen panel digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila lampu belakang (tail light) menyala.
Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu pada instrumen panel.
Macam-macam bola lampu
dan titik pengunci dalam mengganti bola lampu.
Tipe bola lampu bervariasi yang digunakan pada sebuah kendaraan, dapat dikiasifikasikan dalam beberapa cara. Pada modul kompetensi ini dijelaskan beberapa titik pengund pada saat mengganti bola lampu, yang dapat dikiasifikasikan berdasarkan bentuk base capnya yaitu
1) Bola lampu model single - end
Tipe bola lampu bervariasi yang digunakan pada sebuah kendaraan, dapat dikiasifikasikan dalam beberapa cara. Pada modul kompetensi ini dijelaskan beberapa titik pengund pada saat mengganti bola lampu, yang dapat dikiasifikasikan berdasarkan bentuk base capnya yaitu
1) Bola lampu model single - end
Tipe bola lampu ini
hanya mempunyai satu base cap yang juga sebagai penghubung ke massa.
Blola lampu singie - end selanjutnya diklasifikasikan ke dalam dua jenis sesuai dengan jumlah dari filament. Single filament pada bola lampu model single - end dan double filament pada bola lampu single end.
Blola lampu singie - end selanjutnya diklasifikasikan ke dalam dua jenis sesuai dengan jumlah dari filament. Single filament pada bola lampu model single - end dan double filament pada bola lampu single end.
Gambar Jenis bola
lampu single - end
Bola larnpu dipasang
pada socket dengan menernpatkan pin pada base cap.
Mengganti bola lampu :
tekan bola lampu kedepan socket untuk melepas pin base cap tidak mengunci pada tarikan socket, putar bola lampu tersebut dan tarik keiuar untuk melepasnya.
tekan bola lampu kedepan socket untuk melepas pin base cap tidak mengunci pada tarikan socket, putar bola lampu tersebut dan tarik keiuar untuk melepasnya.
Memasang bola lampu:
Dalam rnemasang bola lampu yang baru urutannya adalah kebalikan dari cara melepasnya.
Dalam rnemasang bola lampu yang baru urutannya adalah kebalikan dari cara melepasnya.
Gambar Mengganti
bola lampu
Pin pada bola lampu
double filament single - end letaknya tidak segaris (offset) dalam pengaturan
tingginya. Hal ini Untuk mencegah kesalahan posisi pernasangan lampu.
2) Bola lampu widge - base (socket gepeng).
2) Bola lampu widge - base (socket gepeng).
Tipe bole lampu ini
mempunyai satu filament dan filamennya berhubungan langsung dengan socket
terminal.
Gambar Bola lampu
wigde - base
Mengganti bola lampu:
tarik bola lampu keluar dengan menggunakan jari tangan
tarik bola lampu keluar dengan menggunakan jari tangan
Memasang bola lampu:
Dorong / tekan bola lampu pada lubang socket.
Dorong / tekan bola lampu pada lubang socket.
Gambar
Memasang dan melepas bola lampu
3)
Bola lampu dengan ujung ganda
Tipe bola lampu ini mempunyai satu filament dan dua base-cap. seperti pada gambar berikut:
Tipe bola lampu ini mempunyai satu filament dan dua base-cap. seperti pada gambar berikut:
Memperbaiki
/ mengganti bola lampu :
Tekan
salah satu den terminal socket dam untuk membuka tarik keluar bola lampu
tersebut.
Memasang
bola lampu:
Tempatkan salah satu ujungnya ke dalarn lubang kemudian dorong / tekan yang lainnya sehingga kedua ujung masuk pada lubangnya masing-masing.
Tempatkan salah satu ujungnya ke dalarn lubang kemudian dorong / tekan yang lainnya sehingga kedua ujung masuk pada lubangnya masing-masing.
Gambar
Bola lampu dengan ujung ganda
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Kesimpulan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Banyak
sekali sistim pada kendaraan yang telah saya praktekan dibengkel “LANGGENG”
antara lain adalah sistim transmisi, sistim suspensi, sistim rem, sistim
pengapian, sistim pendinginan, perbaikan body, kelistrikan dan masih banyak
yang lainnya. Penulis mengambil salah satu sistim yang telah di praktekan yaitu
“MEMPERBAIKI SISTIM REM TROMOL DAN SISTIM PENERANGAN” .
Kegiatan
prakerin sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan
dunia kerja khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan
ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah
dengan didunia kerja secara nyata.
- Kesimpulan tentang bengkel
Letak
bengkel “LANGGENG” dengan mudah dapat dicari karena letak bengkel yang begitu
strategis dan dengan didukung :
a. Management dalam bengkel yang sukup
baik karena masing-masing karyawan melaksanakan tugas dengan semestinya.
b.
Kesehatan serta keselamatan kerja
karyawan sangat di perhatikan dan di utamakan.
c.
Bengkel “LANGGENG” merupakan bengkel
yang telah lama berdiri dengan 2 montir berpengalaman .
- Relevensi pelajaran disekolah dengan dunia kerja
Selama
melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) dibengkel “LANGGENG” penulis
sedikit mengalami perbedaan pendapat, teori, dan praktek. Dilihat dari beberapa
segi antara lain :
a.
Segi bahasa
Dalam
pemakaian bahasa disekolah berbeda pabriknya atau bahasa teknik, sedangkan
dibengkel memakai bahsa umum yang sering dipakai pada bengkel-bengkel lainnya
agar hubungan antara bengkel dan karyawan lancar karena penggunaan bahasa yang
digunakan sama.
b. Segi pelayanan
Dalam
teori disekolah saat memperbaiki kendaraan harus sesuai dengan ketentuan dari
pabriknya, sedangkan dibengkel belum tentu sesuai dengan ketentuan dari
pabriknya dan terkadang mengganti komponen dari suatu kendaraan bukan komponen
aslinya, hal itulah yang patut menjadi acuan dari para pelajar untuk
menyesuaikan diri dengan keadaan didunia kerja yang sesungguhnya.
- Sikap kerja yang harus dimiliki para mekanik pemula pada saat dibengkel adalah :
a.
Sabar dan teliti
b. Harus bisa menggunakan alat sesuai
fungsinya
c.
Harus bisa mengerti dan biasa
mengerjakan masalah apa yang sedang dihadapi
d. Harus bisa menjaga keselamatan kerja
e.
Efisiensi terhadap waktu
- Juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dibengkel dan menjalin kerja sama yang baik dengan montir, terutama montir yang sudah senior.
B. Saran-saran
1. Saran untuk sekolah :
a.
Melengkapi sarana dan prasarana
untuk praktek disekolah
b. Menyediakan peralatan praktek yang
lebih maju sesuai dengan perkembangan teknologi
c.
Mengutamakna guru-guru pengajar yang
lebih handal
d. Pihak sekolah memberikan teori
sejelas-jelasnya dalam pelajaran dan praktek agar siswa dapat menerapkannya
didunia kerja dengan mudah
e.
Pihak sekolah mengadakan kerjasama
dengan pihak bengkel/industri untuk memepermudah siswanya dalam melaksanakan
prakerin
f.
Pihak sekolah memberikan penambahan
teori mengenai teknologi terbaru yang selama ini sudah berkembang
2. Saran untuk bengkel :
a.
Meningkatakn salinan komunikasi
antara siswa praktek kerja industri dan mekanik
b. Kerjasama antara pembimbing dengan
siswa praktek kerja industri senantiasa harus diperhatikan
c.
Kelengkapan alat masing-masing
mekanik perlu ditambahkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memperabiki
kendaraan dan siswa yang sedang melaksanakan prakerin juga bisa mempelajarinya