Selasa, 26 Maret 2013

Laporan Prakerin SMK Bina Taruna Purwokerto


LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) DI BENGKEL “LANGGENG ”
PURWOKERTO


Dengan judul :
MEMPERBAIKI REM TROMOL DAN SISTEM PENERANGAN
 Di Susun Oleh :
Nama                               : Barkah Riyadi
NIS                                : 4059
Bidang Keahlian             : Teknik Mesin
Program Keahlian           : Teknik Kendaraan Ringan


YAYASAN PENDIDIKAN BINA TARUNA (YPBT) PURWOKERTO
SMK BINA TARUNA PURWOKERTO
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
Jl. HM. Bachroen No 15B Telp 0281 (637506)
PURWOKERTO
53113


                                                                      BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKERIN
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan  kurikulum yang dilaksanakan diluar sekolah, yang merupakan tugas akademik yang diberikan kepada para siswa yang duduk dikelas  XI (Sebelas)  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada semester IV tahun pelajaran 2012/2013 dimana PRAKERIN ini sangat menentukan standar kualitas siswa yang bersangkutan pada jenjang pendidikan, yang bertujuan agar siswa dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan diharapkan  siswa dapat menyerap ilmu dari bengkel.

B. TUJUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Setiap Pendidikan baik formal maupun non formal mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia, maka didalam PRAKERIN mempunyai tujuan meliputi :

1.   Tujuan Umum :
a.  Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan siswa sehingga menambah bekal dikemudian hari
b. Membekali siswa dengan pengalaman yang sebenarnya didunia kerja     dengan masyarakat
c.  Dapat melatih disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya
d.  Mendorong siswa untuk berjiwa wiraswasta
e. Memperoleh umpan balik dari dunia kerja untuk memantapkan dalam pengembangan dunia kerja

2.   Tujuan Umum :
a.  Untuk memantapkan ketrampilan siswa yang diperoleh  disekolah
b.  Agar siswa dapat mengembangkan teori pelajaran dari berpraktek langsung
c.  Untuk membekali siswa dengan pengalaman didunia kerja sebagai bekal dimasa yang akan datang
d.  Sebagai dasar kita mengambil data guna menyusun karya tulis atau laporan  Praktek Kerja Industri
e.   Sebagai syarat mengikuti UTS dan UKK

C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam menyusun laporan Praktek Kerja Industri, PENYUSUN menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data, yaitu :
  1. Metode Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diamati, yaitu dengan melihat langsung dari prakerin yang meliputi gedung lokasi, disiplin karyawan, cara kerja, cara perbaikan, komponen-komponen beserta kerusakan yang belum diperbaiki.
  1. Interview (Wawancara)
Yaitu dengan berwawancara secara langsung dengan orang-orang yang mengetahui masalah  atau persoalan yang diperlukan.
3.      Metode Praktek Langsung
Yaitu penulis mengadakan praktek agar mengetahui bagian-bagian, cara penyelesaian dan lain-lain sehingga mudah dalam memperoleh data yang diperlukan.





BAB II
MEMPERBAIKI SISTIM REM CAKRAM DAN SISTIM PENERANGAN

A. DASAR TEORI REM TROMOL
1. Landasan Teori Umum
·         Pengertian Rem
Rem adalah komponen pengontrol umum untuk mengontrol kendaraan dan lainnya, dengan gerakan antara bagian yang berputar yaitu piringan dengan kanvas.
Laju kendaraan harus dapat dihentikan dengan paksa, maksudnya tidak harus menunggu kendaraan berhenti dengan sendirinya. Hal ini untuk keselamatan, kemudahan dan efisiensi waktu.
a.       Fungsi Rem :
Ø  Mengontrol laju kendaraan saat berjalan
Ø  Menghentikan kendaraan saat akan berhenti
Ø  Menghentikan kendaraan saat parkir

b.      Syarat Rem :
Ø  Mempunyai daya pengereman yang baik
Ø  Rem harus mudah diperiksa dan distel
Ø  Mudah dalam pengoperasian

c.       Macam-macam Rem :
Ø  Menurut Tempatnya
1)      Rem pada roda
2)      Rem pada propeller shaft
Ø  Menurut Letak
1)      Rem tangan
2)      Rem kaki



Ø  Menurut konstruksinya
1)      Rem Cakram
2)      Rem tromol
Ø  Menurut mekanisme penggeraknya
1)      Rem Tromol
2)      Rem hidrolik
3)      Rem udara
4)      Rem vacuum
5)      Rem booster
Ø  Gaya gerak rem tergantung  pada :
1)      Luas permukaan
2)      Besarnya tekanan

2.  Landasan Teori Khusus
Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
a. Komponen-komponen rem tromol :
1)      Kanvas dan sepatu rem
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan cara dikeling yang berfungsi menekan putaran tromol rem pada saat kendaraan dihentikan.
2)      Tromol rem
Fungsinya sebagai penahan putaran pada saat proses penggerakan berlangsung.
3)      Silinder rod
Terdiri dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong septum rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
4)      Piston
Fungsinya sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada master silinder yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut dilanjutkan oleh piston menekan masing-masing sepatu rem.
5)      Baut penyetel
Fungsinya menyetal kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem dengan cara memutar ke kiri atau ke kanan baut penyetel.
6)      Pegas pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula setelah melakukan pengereman.
7)      Bleeder plug
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
8)      Backing plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder roda.

b. Cara kerja rem tromol :
1)      Pada saat pedal rem diinjak
Apabila pedal rem diinjak maka tuas master silinder akan mendorong piston dan minyak rem didalam master akan terdorong oleh piston ke dalam pipa saluran tinggi. Minyak rem didalam pipa akan diteruskan ke silinder roda. Pada silinder roda, piston akan mendorong kanvas sehingga akan terjadi pengereman.
2)      Pada saat pedal dilepas
Apabila pedal dilepas maka pushrod akan bergerak mundur dan piston akan ikut bergerak mundur mengikuti pushrod. Karena pushrod tidak mampu mengalahkan tenagan pegas maka volume dalam ruang silinder membesar dan tekanan mengecil akibatnya pada sepatu rem akan kembali seperti semula.


I. Trouble Shooting Pada Rem Tromol
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü  Pengereman tidak bekerja
Pada saat pedal rem di injak trta[I kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi pengereman.
Penyebab :
1)      Kekurangan minyak rem
2)      Terdapat kebocoran pada pipa/sambungan
3)      Silinder utama mengalami kebocoran
Cara mengatasi :
1)      Tambahkan minyak rem
2)      Cari bagian yang mengalami  kebocoran dan perbaiki
3)      Perbaiki kerusakan silinder utama
ü  Rem bunyi
Penyebab :
1)      Kanvas ren aus/rusak
2)      Bantalan roda longgar
3)      Kontak yang tidak tepat antara kanvas dan tromol
Cara mengatasi :
1)      Ganti kanvas rem
2)      Kelonggaran bantalan roda diperbaiki
3)      Penyetelan kontak antara tromol dengan kanvas rem

B. Data Spesifikasi
Diameter dalam tromol
Srandart                            : 220 mm
Limit                                 : 222 mm
Celah sepatu/kanvas dengan tromol
Standart                            : 7,5 mm
Limit                                 : 3 mm
Pedal rem
Tinggi pedal                      : 154,7 – 164,7 mm
Gerak bebas pedal              : 3-6 mm
Jarak cadangan prdal        : > 65 mm

C. Alat dan Bahan
a.  Mobil dengan rem tromol
b.  Kunci roda
c.  Dongkrak
d.  Kunci pas 10-11
e.  Kunci pas 12-13
f.  Tang
h.  Obeng
j.   Jangka sorong
k.  Majun
l.   Kompressor dan minyak rem

D. Proses Kerja
Keselamatam kerja :
ü  Menggunakan pakaian kerja
ü  Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
ü  Membongkar, merakit dan memasang sesuai prosedur
ü  Meletakkan komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang telah disediakan
ü  Apabila ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü  Mematuhi peraturan bengkel
ü  Menjaga kebersihan bengkel







E. Pembongkaran Rem  Tromol
1)      Angkat kendaraan dengan dongkrak
2)      Kendorkan baut pengikat roda
3)      Lepaskan roda
4)      Lepaskan tutup tromol
  5)      Lepaskan sepatu rem
  6)      Lepas pegas pengembali
 7)      Lepas kabel rem tangan
 8)      Lepas tuas rem tangan
 9)      Lepas silinder roda
10)  Lepas baut mounting silinder roda
11)  Lepaskan cirdip kabel rem tangan dan rem tangan dari back plate
12)  Lepas mur retainder roda
13)  Gunakan STT  untuk mengeluarkan shaft dengan back plat
14)  Lepas back plate

F. Pemeriksaan Rem Tromol
1)      Memeriksa tromol dari keausan, retak dan berkarat serta ukur diameter dalam tromol
2)      Memeriksa ketebalan kanvas, bila ketebalan kanvas dibawah standart/limit maka kanvas harus diganti. Bila yang aus salah satu shoe maka penggantiannya harus 1 set
3)      Memeriksa silinder roda dari keausan, kerusakan, retak dan berkarat
4)      Periksa strut rem dari kerusakan
5)      Periksa pegas-pegas dari karat aus dan lain-lain
6)      Periksa tuas sepatu rem tangan dari kerusakan

G. Perbaikan Rem Tromol
1)      Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan yang baru.
2)      Mengganti piston cup
Piston cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3)       Membleeding minyak rem
Minyak rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus di bleeding.

H. Pemasangan Rem Tromol
1)      Memasang back plate rem ke axle belakang
a)      Lumasi sealent  joint seam pad axle housing dan back plat
b)      Pasang axle shaft ke axle housing belakang
c)      Kencangkan mur back plat rem
d)     Pasang silinder roda dan kencangkan baut silinder roda mur pipa rem
e)      Pasang kabel rem tangan ke back plate

2)      Memasang silinder roda
a)      Berikan water fight sealent ke silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
b)      Pasangkan silinder roda ke back plate dan kencangkan bautnya
c)      Sambungkan pipa rem ke silinder roda dan kencangkan murnya
d)     Pasang plug cup ketempatnya

 3)      Memasang shoe
a)      Rakitlah part yang telah silepas sebelumnya
b)      Pasangkan penahan spring dengan menekan dan memutarkan pin penahan

4)      Memasang tromol rem
a)      Untuk mendapatkan celah maximum antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan ke bawah
b)      Pasang tromol sesudah memastikan bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
c)      Selesai melakukan pemasangan tekan pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol dengan shoe


 5)      Pasangkan roda dan kencangkan mur-murnya
    6)   Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan

I. Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d karenakan piston cup  yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.

J. Pengetesan
1.   Pengetesan dalam keadaan diam
Yaitu dengan jalan penekanan pedal agak terasa keras, pada reservoir minyak rem terlihat bergerak bersamaan dengan pedal rem yang diinjak.
2.      Pengetesan dalam keadaan berjalan
Yaitu dengan pada saat kendaraan berjalan agak cepat lakukan pengereman secara tiba-tiba, hal ini dilakukan maju maupun mundur. Hal ini bartujuan untuk mengetahui kesetimbangan dari efek masing-masing roda.


B. DASAR TEORI SISTIM PENERANGAN



Sistem penerangan (lighting sistem) sangat diperlukan untuk keselamatan pengendara dimalam hari. Sistem ini dibagi menjadi dua sistem penerangan :
Penerangan luar  
1.      Lampu besar
2.      Lampu belakang
3.      Lampu rem
4.      Lampu jarak/kota
5.      Lampu tanda belok
6.      Lampu hazard
7.      Lampu plat nomor
8.      Lampu mundur
Penerangan dalam
1.      Lampu meter
2.      Lampu ruangan

Lampu Penerangan luar 
1.  Lampu besar
Sistem lampu besar merupakan lampu penerangan untuk menerangi jalan dibagian depan kendaraan. Pada umumnya lampu besar ini dilengkapi dengan lampu jauh dan lampu dekat (high beam dan low beam) dan dapat dihidupkan dari salah satu switch oleh dimmer switch.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmw0G0O1STthStd9VGRX6KmLuLRY93K_ptfxXahObIWjvFKWpOlUfpcqSloiJXzRAOjZqai57kWNDbmkUvhO0QXRZEyRM2j_MzEcaC9h9DYJ7gN34HSox64RODfA-gvblCVU4QRLsSdPJX/s320/dimmer+switch.jpg

Tipe lampu besar

Ada dua tipe lampu besar yang digunakan Pada kendaraan, yaitu :
1)  Lampu besar tipe sealed beam.
Di dalam lampu besar tipe sealed beam, penggunaan bola lampunya tidak terpisah, keseluruhan terpasang menjadi satu seperti bola lampu dan filament terpasang di depan kaca pemantul untuk menerangi kaca lensa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1gYPzrbGI2ks7yUvRW0D4MLRXYBDmkwud35_j20HjWRGSoGIMP2vlqO_bMbvJcpyZdyUT1XJUc7BDG_OnvdtrkpvZrbdtkVkgROew2ahRh-vEI-Mh6E6CYObA0fGYTP_KSJ8KmOz9R96z/s320/Lampu+besar+tipe+sealed+beam.jpg

2) Lampu besar tipe semisealed beam.
Perbedaan antara semisealed beam dan sealed beam ialah pada konstruksinya, dimana pada semi sealed beam bola lampunya dapat diganti dengan mudah sehingga tidak di perlukan penggantian secara keseluruhan bila bola lampunya putus atau terbakar. Lagi pula bila menggantinya dapat langsung diganti dengan cepat. Bola lampu besar semi sealed beam tersedia dalam tipe seperti berikut:
·         Bola lampu biasa
·         Bola lampu Quartz – halogen
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFcFhj82YrKgwBVBkK0OEBtWLj3OYs944rgynHoJX-iIaZAgeuqg5LvqsPuz_oihidKJWy9rYZXLiPt9Aht7E0GDot4Cfah3QNivfb2NWMhRknN5H-LFnW7GjvN9Y4iThVWYqL-oOJtDhW/s1600/Lampu+besar+tipe+Sealeed+Beam.jpg
 Lampu besar tipe Sealeed Beam

Cara memasang pada seat mengganti bole lampu Quartz Halogen :
Bola lampu quartz halogen lebih panas dibandingkan dengan bola lampu biasa saat digunakan, umur lampu ini akan lebih pendek bila oli atau gemuk menempel pada permukaannnya. Lagi pula garam dalam keringat manusia dapat menodai kacanya (quartz). Untuk mencegah ini peganglah bagian flange bila mengganti bola lampu untuk mencegah jari-jari menyentuh quartz.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5z2My_1RFv0tFg7onUeo89W1GjZCiIbedqKJ59eO9JthhFW-Y0IppSxx1npLfVqsG-x6zQZflXkVK-D3yO9QCKtLBtpwu2W7UdbRrkfAPpa7657NTGAZ4TSJqJdy-r2CdRH_1MgFO2Qcc/s1600/Cara+memasang+bola+lampu+1.jpg
Gambar Cara memasang bola lampu

2.  Lampu jarak dan lampu belakang
Lampu kecil untuk dalam kota ini memberi isyarat adanya serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi kendaraan lainnya, baik yang ada di depan maupun di belakang. Lampu-lampu tersebut untuk yang bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearence light) dan yang dibagian belakang disebut dengan lampu belakang (tail light).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM55GlzrwoHiQRJyJjqwwqkoqh8Hx45N-80oML_Fjt9CUPvdSk_ODF140quQslSPyYn6aZw1TAPjU4No4TGWamebvc164CjtMsKFLkLYOXnZYrcRjtzy6ZcCCPBI-MRGUiG2B5em8tZ0FK/s1600/Letak+lampu+jarak+dan+lampu+belakang+beserta+saklarnya.jpg
Gambar Letak lampu jarak dan lampu belakang beserta saklarnya




3.  Lampu Rem
Lampu rem (brake light) dilengkapi pada bagian belakang kendaraan  sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaman d! bedakang yang mengikuti seat kendaraan mengerem.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_ESoxdVh2gVHZBTXvh_srddgO58K0H-V_w78Rm8Jt-Nl7haljeeBqTH_k8O4KnH5EHj8HPyBnyxQuggwlG0kenya-ejK6xfizQkjQYFfgfdDwZ_94FMGuU6mav_DOSKZYHXzcUQsmXC8A/s1600/lampu+rem.jpg
Gambar lampu rem

4.  Lampu tanda belok (turn sighal light)
Lampu tanda belok yang dipasang di bagian ujung kendaman seperti pada fender depan, untuk memberi isyarat pada kendaraan yang ada di depan, belakang dan sisi kendaraan bahwa pengendara bermaksud untuk membelok atau pindah jalur. Lampu tanda belok mengedip secara tetap antara 60 sampai 120 kaii setiap menitnya. Lampu bisa berkedip karena dilengkapi dengan flasher, Flasher tanda belok adalah suatu alat yang menyebabkan lampu belok mengedip secara interval. Turn signal flasher bekela pada prinsip yang bervariasi. Pada umumnya menggunakan tipe semi - transistor yang kompak, ringan dan dapat diandalkan. Dalam flasher tanda belok tipe semi-transistor, bila bola lampunya putus, maka mengedipnya mulai cepat dari yang normal, dan ini merupakan tanda kepada pengemudi untuk menggantinya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv7J3rn3iYqvIPewIS7EVYX6gPK1Ngbdisc4_QjxdGKmrcCXmmhE3F6GVIS2KYFEo_LSHlg-5wlcFCTSC610YnrE9VMOJAN5jUkg3oCBtTx8oR60uCHCxE9AJ0I6JuJvXEEnaYzjxTT27G/s1600/lampu+tanda+belok.jpg
Gambar lampu tanda belok

5.  Lampu hazard (hazard warning light)
Lampu hazard digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaman dari bagian depan, belakang dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam keadaan darurat. Yang digunakan adalah lampu tanda belok, tapi seluruh lampu mengedip serempak.

Gambar Lampu Hazard








6.  Lampu plat nomor
Lampu ini menerangi plat nomor bagian belakang. Lampu plat nomor menyala bila lampu belakang menyala.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOIVnpd1UQEztHUFkGKozBaxFPef6mD1BIijO3xkHV_zbt2b_v7qh0EOhhNdKJADN_uzxmXL0U55BjUUYPCV9rJReYJgCyWYiHqCYKnHcxqNSTpXLIjTnzvQjPQqBjBAheLV6u7VqrCofG/s1600/Lampu+Plat+Nomor.jpg
Gambar Lampu Plat Nomor

7.  Lampu mundur
Lampu mundur (back up light) dipasang pada bagian belakang kendaraan untuk memberikan penerangan tambahan untuk melihat kebelakang kendaman saat mundur di malam hari, dan memberikan isyarat untuk kendaman yang mengikutinya bahwa pengendara bermaksud untuk mundur/sedang mundur. Lampu mundur akan menyala bila Luas transmisi diposisikan mundur dengan kunci kontak ON.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNH18i4VwIPEV-XJD0n8W4mf_fITb9gqs01FDxKHlb9mRc3VTwSw4YlR2-v2Td76zTNkCXWpLTJuQS2yMBFcUHm83AC6ooAPSBw_tpAJ-sIuceRTmpCXvOzltJQhJ0Iw5GuxTNDttKPgGp/s1600/Lampu+Mundur.jpg
Gambar Lampu Mundur
8.  Lampu kabut
Lampu kabut digunakan pada saat cuaca berkabut, jalanan berdebu atau hujan lebat.
Penggunaan lampu harus mengikuti aturan yang    berlaku yakni :
Pemasangan kedua lampu harus berjarak sama baik yang kanan dari titik tengah kendaran. Lampu kabut dihubungkan bersama-sama lampu jarak dekat (pada saklar dim). Lampu kabut.tidak dihidupkan bersama-sama dengan lampu jarak dan hanya dihidupkan bersama lampu kota. Lampu kabut boleh menggunakan lensa wama putih atau warna kuning.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdgJIyIAJkYUjzI5GX91sgBp0PRAgwEUzlzVlYhnMatUexwPeLLvT3XEhACVcJnPN7RYCQ6P8bazYraFrchgiw3v1KR4Juj_bS53c86F1I2skJgj1PgeZi6jBQj4-BbEeXEy06ZO1Wh8w8/s1600/Rangkaian+lampu+kabut.jpg

Gambar Rangkaian lampu kabut

Bila lampu kabut akan diaktifkan maka saklar larnpu kepala harus pada posisi lampu jarak dekat. Saat saklar lampu basket diaktifkan, anus listrik dari saklar lampu kepala akan mengalir ke relay melalui saklar lampu kabut. Dengan aktifnya relay maka arus listrik dari baterai akan mengalir ke lampu kabut melalui sekering dan relay. 



Lampu Penerangan Dalam
1.  Lampu ruangan
Lampu ruangan (dome light) menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior) letaknya dibagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) posisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYv0OJ7t6GV0MKD0YDRB-gVDB4aBJBi-Tr5BT9Md3_Y33-cQ5NjAOHs-uwP3ltT1XB-vgVtU5JWlszG2dhLneHuUZkpT1H5Aw1MBT_T8wEoMfsPT9Fn3HahjqSkVa3Y0II4ErSv37ggSSp/s320/Lampu+ruangan.jpg
Gambar Lampu ruangan

2.   Lampu Instrumen Panel (lampu meter).
Lampu instrumen panel digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila lampu belakang (tail light) menyala.
Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu pada instrumen panel.
Macam-macam bola lampu dan titik pengunci dalam mengganti bola lampu.
Tipe bola lampu bervariasi yang digunakan pada sebuah kendaraan, dapat dikiasifikasikan dalam beberapa cara. Pada modul kompetensi ini dijelaskan beberapa titik pengund pada saat mengganti bola lampu, yang dapat dikiasifikasikan berdasarkan bentuk base capnya yaitu
1)  Bola lampu model single - end 
Tipe bola lampu ini hanya mempunyai satu base cap yang juga sebagai penghubung ke massa.
Blola lampu singie - end selanjutnya diklasifikasikan ke dalam dua jenis sesuai dengan jumlah dari filament. Single filament pada bola lampu model single - end dan double filament pada bola lampu  single end.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuqGuSJfkny7AMw9MD2KDOOlbXklvlIRLs7C0jd-35hqUijGsnyf_fpt0qnl9aS3HjXNfkmaC_-dMBKD-AGZkFYueqxuhL6SWls_kAiTDsIk9FXe3z2Wbdes7x6ru5acCnUwFD-IWa5mR-/s1600/Jenis+bola+lampu+single+-+end.jpg
Gambar Jenis bola lampu single - end

Bola larnpu dipasang pada socket dengan menernpatkan pin pada base cap.
Mengganti bola lampu :
tekan bola lampu kedepan socket untuk melepas pin base cap tidak mengunci pada tarikan socket, putar bola lampu tersebut dan tarik keiuar untuk melepasnya.
Memasang bola lampu:
Dalam rnemasang bola lampu yang baru urutannya adalah kebalikan dari cara melepasnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWsVfhyVheLopZoqDRebkyDUxiJvYC1cGGT6LideLNtSKTb4lEGeebwkx3WGdD7RxRVNQutXJCEa7YvqQSfczOlTDP7GssiDBH7Vf40I0nmAYiLCEMe_4BnwJnCdCxb4RCGF4uBN0LJVLm/s1600/Mengganti+bola+lampu.jpg
 Gambar Mengganti bola lampu
Pin pada bola lampu double filament single - end letaknya tidak segaris (offset) dalam pengaturan tingginya. Hal ini Untuk mencegah kesalahan posisi pernasangan lampu.
2) Bola lampu widge - base (socket gepeng).
Tipe bole lampu ini mempunyai satu filament dan filamennya berhubungan langsung dengan socket terminal.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoZJr21fnC61jCtbXooPk2hJKgXDSjn7HDix-zsIfk7tvzXiQY2R0W2iHA7ZGaxuFwF5pEELlfquqSvYFZHHoOi-s3X0idW9ZmX_jCmAfwzh7AK4x4Jx21zWQzVkpgV0Znd7aGQmKBHTy0/s1600/Bola+lampu+wigde+-+base.jpg
Gambar Bola lampu wigde - base
Mengganti bola lampu:
tarik bola lampu keluar dengan menggunakan jari tangan 
Memasang bola lampu:
Dorong / tekan bola lampu pada lubang socket.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_px8WGHLVX4UK3k1cab7k2FPzlQv-SqwxARHQD5WaaLQY4m9O-ByN142UPGDD3wmSRyaj3Zz8OnadksnaPKn7rHzqMjiAeYodFOZN2WxDBxSzlODJ0XhntjjT43IJ9S9Lu6nRu0muNpHc/s1600/Memasang+dan+melepas+bola+lampu.jpg
Gambar Memasang dan melepas bola lampu

3) Bola lampu dengan ujung ganda
Tipe bola lampu ini mempunyai satu filament dan dua base-cap. seperti pada gambar berikut:
Memperbaiki / mengganti bola lampu :
Tekan salah satu den terminal socket dam untuk membuka tarik keluar bola lampu tersebut.
Memasang bola lampu:
Tempatkan salah satu ujungnya ke dalarn lubang kemudian dorong / tekan yang     lainnya sehingga kedua ujung masuk pada lubangnya masing-masing.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXWPZBUvYkk9cVO9jF8usyAhctu3O6Vgt_l-uptl6Y8kV5o9JgCqTD4pFmFOF79cD5KYTTuw5IQoN7heb9Cn5xH0uyi5knpeeE5qZ9vai-7L7u9GDd6Epjrp8vwATVKPGmwUB-rWzOxN1I/s1600/Bola+lampu+dengan+ujung+ganda.jpg
Gambar Bola lampu dengan ujung ganda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBOo7mMwCUzTlSNOixT8ZU59O9a5Bt9Sks_2RU1LLiYGRdPdoNJuwuZXfgX3ZTcFWDzAaGU3aVcpOOmD32DtrH-COrqzhksb_4XcSBZ3CkD2EF0GXJ2WHDBm0JTocaR9yKcSEUAadvYtkI/s1600/Cara+memasang+bola+lampu.jpg Gambar Cara Memasang Bola lampu

 BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
  1. Kesimpulan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Banyak sekali sistim pada kendaraan yang telah saya praktekan dibengkel “LANGGENG” antara lain adalah sistim transmisi, sistim suspensi, sistim rem, sistim pengapian, sistim pendinginan, perbaikan body, kelistrikan dan masih banyak yang lainnya. Penulis mengambil salah satu sistim yang telah di praktekan yaitu “MEMPERBAIKI SISTIM REM TROMOL DAN SISTIM PENERANGAN” .
Kegiatan prakerin sangat membantu memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek disekolah dengan didunia kerja secara nyata.

  1. Kesimpulan tentang bengkel
Letak bengkel “LANGGENG” dengan mudah dapat dicari karena letak bengkel yang begitu strategis dan dengan didukung :
a.            Management dalam bengkel yang sukup baik karena masing-masing karyawan melaksanakan tugas dengan semestinya.
b.            Kesehatan serta keselamatan kerja karyawan sangat di perhatikan dan di utamakan.
c.             Bengkel “LANGGENG” merupakan bengkel yang telah lama berdiri dengan 2 montir berpengalaman .





  1. Relevensi pelajaran disekolah dengan dunia kerja
Selama melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) dibengkel “LANGGENG” penulis sedikit mengalami perbedaan pendapat, teori, dan praktek. Dilihat dari beberapa segi antara lain :

a.       Segi bahasa
Dalam pemakaian bahasa disekolah berbeda pabriknya atau bahasa teknik, sedangkan dibengkel memakai bahsa umum yang sering dipakai pada bengkel-bengkel lainnya agar hubungan antara bengkel dan karyawan lancar karena penggunaan bahasa yang digunakan sama.
b.      Segi pelayanan
Dalam teori disekolah saat memperbaiki kendaraan harus sesuai dengan ketentuan dari pabriknya, sedangkan dibengkel belum tentu sesuai dengan ketentuan dari pabriknya dan terkadang mengganti komponen dari suatu kendaraan bukan komponen aslinya, hal itulah yang patut menjadi acuan dari para pelajar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan didunia kerja yang sesungguhnya.
  1. Sikap kerja yang harus dimiliki para mekanik pemula pada saat dibengkel adalah :
a.       Sabar dan teliti
b.      Harus bisa menggunakan alat sesuai fungsinya
c.       Harus bisa mengerti dan biasa mengerjakan masalah apa yang sedang dihadapi
d.      Harus bisa menjaga keselamatan kerja
e.       Efisiensi terhadap waktu
  1. Juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dibengkel dan menjalin kerja sama yang baik dengan montir, terutama montir yang sudah senior.






B. Saran-saran
1.      Saran untuk sekolah :
a.       Melengkapi sarana dan prasarana untuk praktek disekolah
b.      Menyediakan peralatan praktek yang lebih maju sesuai dengan perkembangan teknologi
c.       Mengutamakna guru-guru pengajar yang lebih handal
d.      Pihak sekolah memberikan teori sejelas-jelasnya dalam pelajaran dan praktek agar siswa dapat menerapkannya didunia kerja dengan mudah
e.       Pihak sekolah mengadakan kerjasama dengan pihak bengkel/industri untuk memepermudah siswanya dalam melaksanakan prakerin
f.       Pihak sekolah memberikan penambahan teori mengenai teknologi terbaru yang selama ini sudah berkembang
2.      Saran untuk bengkel :
a.       Meningkatakn salinan komunikasi antara siswa praktek kerja industri dan mekanik
b.      Kerjasama antara pembimbing dengan siswa praktek kerja industri senantiasa harus diperhatikan
c.       Kelengkapan alat masing-masing mekanik perlu ditambahkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memperabiki kendaraan dan siswa yang sedang melaksanakan prakerin juga bisa mempelajarinya